Menumbuhkan Growth Mindset Pendidik: Yayasan Insan Mandiri Denpasar Gelar Workshop Growth Mindset bagi Kepala Sekolah dan Guru
Deskripsi blog


Denpasar — Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan oleh Yayasan Insan Mandiri Denpasar melalui penguatan kapasitas para pendidik. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 di Catholic Center Denpasar.
Workshop ini mengangkat tema “Membangun Growth Mindset Kepala Sekolah dan Guru untuk Deep Learning dan Pembelajaran Bermakna.” Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dan guru dari berbagai unit sekolah di bawah naungan Yayasan Insan Mandiri Denpasar wilayah Bali.


Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bersama bagi para pendidik untuk memperkuat peran mereka sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, guru dan kepala sekolah dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu membangun budaya belajar yang terbuka terhadap perubahan dan berorientasi pada pertumbuhan.
Workshop menghadirkan narasumber utama, Prof. Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc., MoT, Ph.D. yang memaparkan berbagai gagasan mengenai pentingnya growth mindset dalam kepemimpinan pendidikan. Jalannya diskusi dimoderatori oleh Direktur BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar, RD. Dr. Yohanes Kadek Ariana, S.S., M.Pd.


Dalam pemaparannya, Prof. Djohan menekankan bahwa seorang pendidik perlu memiliki pola pikir bertumbuh (Growth Mindset), yakni keyakinan bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, refleksi, dan pengalaman. Pola pikir ini penting untuk membangun lingkungan belajar yang positif, adaptif, serta mendorong peserta didik untuk terus berkembang.
Pada sesi awal, peserta diajak merefleksikan peran kepala sekolah dan guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu membangun budaya belajar yang kolaboratif di sekolah. Kepemimpinan pembelajaran tidak hanya berfokus pada manajemen sekolah, tetapi juga pada kemampuan memfasilitasi proses belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Memasuki sesi berikutnya, pembahasan difokuskan pada konsep deep learning dan budaya belajar di sekolah. Dalam pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi pada pemahaman yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, serta keterkaitan antara pengetahuan dengan kehidupan nyata.
Peserta juga diajak mendalami konsep pembelajaran bermakna berbasis konteks sekolah, di mana proses belajar dirancang agar relevan dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membentuk karakter peserta didik secara lebih utuh.
Pada sesi akhir, para peserta mengikuti workshop penyusunan rencana aksi sekolah. Dalam kelompok-kelompok kecil, peserta merancang langkah konkret untuk mengimplementasikan konsep growth mindset, deep learning, serta pembelajaran bermakna di sekolah masing-masing. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk membawa perubahan nyata dalam praktik pendidikan.


Melalui kegiatan ini, Yayasan Insan Mandiri Denpasar berharap para kepala sekolah dan guru semakin menumbuhkan growth mindset melalui sikap terbuka untuk terus belajar, berproses, dan berkembang bersama peserta didik. Dengan pola pikir yang bertumbuh, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna, yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan pemahaman, refleksi, dan karakter. Pada akhirnya, seluruh proses pendidikan ini diharapkan bermuara pada penghidupan nilai-nilai yang menjadi identitas sekolah-sekolah Yayasan Insan Mandiri Denpasar, yakni DJTM : Disiplin, Jujur, Terampil, dan Mandiri, sehingga peserta didik bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Yayasan Insan Mandiri Denpasar dalam membangun komunitas belajar yang kolaboratif dan reflektif. Melalui upaya ini, pendidikan yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Seluruh proses pendidikan tersebut berakar pada nilai-nilai Kristiani, yang menekankan cinta kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan kepada sesama, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pertumbuhan bagi setiap peserta didik.


