Konferensi Sinodal Pendidikan: Menavigasi Arah Pendidikan Yayasan Insan Mandiri Denpasar Menuju Masa Depan Gemilang
Denpasar, Bali – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68, Yayasan Insan Mandiri Denpasar menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Catholic Centre Denpasar. Mengusung tema “Konferensi Sinodal Pendidikan: Menavigasi Arah Pendidikan Yayasan Insan Mandiri Denpasar Menuju Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi, dialog, dan kolaborasi bersama untuk melihat perjalanan yayasan sekaligus merumuskan arah pendidikan di masa depan.
Genap berusia 68 tahun pada 15 Agustus 2026, perjalanan panjang Yayasan Insan Mandiri Denpasar merupakan sebuah rahmat sekaligus bukti nyata komitmen dalam pelayanan pendidikan. Selama hampir tujuh dekade, Yayasan Insan Mandiri Denpasar telah hadir dan berkembang melalui puluhan unit sekolah yang memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan di Bali, Lombok, dan Sumbawa.
Memasuki usia yang semakin matang, momentum HUT ke-68 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang dan mensyukuri berbagai pencapaian yang telah diraih. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh, membaca tantangan zaman, serta mempersiapkan langkah strategis agar pelayanan pendidikan Yayasan Insan Mandiri Denpasar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.
Dunia pendidikan nasional maupun global terus mengalami perubahan. Perkembangan teknologi, transformasi sosial, perubahan regulasi, serta pergeseran paradigma pendidikan menuntut lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Yayasan Insan Mandiri Denpasar perlu memiliki arah pengembangan yang jelas, terstruktur, dan relevan agar seluruh unit sekolah dapat terus bertumbuh sebagai institusi pendidikan yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.
Menghadapi dinamika tersebut tidak dapat dilakukan secara individual. Diperlukan sinergi dan keterlibatan seluruh elemen yang menjadi bagian dari karya pelayanan Yayasan Insan Mandiri Denpasar. Karena itu, Sarasehan Pendidikan menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pembina, Pengawas, Pengurus, Badan Pelaksana Kegiatan (BPK), kepala sekolah, hingga para Pastor Paroki di unit-unit sekolah Yayasan Insan Mandiri Denpasar.
Pertemuan ini diharapkan tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menyatukan perspektif dan memperkuat kesatuan langkah dalam mengembangkan karya pendidikan Yayasan Insan Mandiri Denpasar. Kehadiran berbagai unsur dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam menjadi kekuatan penting dalam proses refleksi serta perumusan arah yayasan ke depan.
Sarasehan Pendidikan dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial dalam rangka perayaan HUT ke-68. Kegiatan ini menjadi forum strategis dan ruang refleksi kolektif untuk melihat perjalanan yayasan secara objektif sekaligus menghimpun gagasan mengenai arah pengembangan pendidikan ke depan.
Salah satu fokus utama sarasehan adalah melakukan evaluasi terhadap ketercapaian Rencana Strategis (Renstra) periode sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi bahan untuk menghimpun berbagai pemikiran dalam penyusunan arah strategis lima tahun mendatang. Selain itu, forum ini menjadi ruang awal untuk membangun embrio Visi dan Misi Yayasan Insan Mandiri Denpasar yang diharapkan dapat menjadi kompas dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan yayasan pada masa mendatang.
Secara khusus, Sarasehan Pendidikan memiliki lima tujuan utama, yaitu mempererat persaudaraan dan sinergi antarunsur yayasan; mensyukuri perjalanan 68 tahun melalui Perayaan Ekaristi; mengevaluasi ketercapaian Renstra periode sebelumnya; menghimpun pemikiran untuk penyusunan Renstra lima tahun ke depan; serta membangun embrio Visi dan Misi Yayasan Insan Mandiri Denpasar sebagai dasar arah dan kebijakan yayasan di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Syukur HUT ke-68 Yayasan Insan Mandiri Denpasar yang dipimpin oleh Yang Mulia Bapa Uskup Mgr. Dr. Silvester San. Perayaan Ekaristi menjadi momen penting untuk mengungkapkan syukur atas perjalanan panjang Yayasan Insan Mandiri Denpasar selama 68 tahun sekaligus memohon penyertaan dan berkat Tuhan bagi keberlanjutan karya pelayanan pendidikan yayasan.
Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi. RD. Dr. Yohanes Kadek Ariana, S.S., M.Pd., Direktur Yayasan Insan Mandiri Denpasar, menyampaikan analisis mengenai kondisi dan tingkat ketercapaian Renstra pada periode sebelumnya. Paparan ini memberikan gambaran mengenai berbagai capaian yang telah diraih, tantangan yang masih dihadapi, serta peluang pengembangan yang dapat menjadi pijakan bagi yayasan dalam menentukan langkah berikutnya.
Sementara itu, RP. Dr. Vincentius Darmin Mbula, OFM, menyampaikan materi mengenai kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Paparan tersebut menjadi penting untuk membantu seluruh peserta memahami perkembangan dan tantangan pendidikan dalam konteks yang lebih luas, sekaligus melihat posisi Yayasan Insan Mandiri Denpasar di tengah perubahan dunia pendidikan nasional.
Sesi utama Sarasehan Pendidikan dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan metode Worksheet-Based. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan seluruh peserta dapat berpartisipasi secara aktif dan memberikan kontribusi pemikiran berdasarkan pengalaman serta perspektif masing-masing.
Peserta dibagi ke dalam lima hingga enam kelompok. Setiap kelompok terdiri atas unsur yang beragam, antara lain fasilitator dari BPK, Pastor Paroki, Pembina, Pengawas, Pengurus, serta empat hingga lima kepala sekolah. Komposisi kelompok yang beragam ini dirancang untuk mempertemukan perspektif spiritual, kelembagaan, manajerial, dan operasional dalam satu ruang dialog.
Dalam FGD, peserta mengerjakan dua lembar kerja utama. Lembar Kerja 1 berfokus pada evaluasi Renstra menggunakan pendekatan Start, Stop, Continue, yaitu mengidentifikasi hal-hal yang perlu dimulai, dihentikan, dan dilanjutkan. Sementara itu, Lembar Kerja 2 berfokus pada identitas yayasan serta kata kunci yang dapat menjadi dasar dalam membangun embrio Visi dan Misi Yayasan Insan Mandiri Denpasar.
Hasil diskusi setiap kelompok kemudian dikonsolidasikan dan dipresentasikan dalam sesi pleno. Proses ini menjadi bagian penting dalam menghimpun berbagai perspektif untuk menghasilkan gagasan yang lebih utuh dan kolaboratif sebagai bahan penyusunan arah strategis yayasan ke depan.
Sarasehan Pendidikan HUT ke-68 ini melibatkan berbagai unsur penting dalam karya pelayanan Yayasan Insan Mandiri Denpasar. Peserta terdiri atas Pembina yayasan periode lama dan baru, BPK, Pengurus dan Pengawas yayasan periode lama dan baru, kepala sekolah dari 36 unit sekolah Yayasan Insan Mandiri Denpasar, serta Pastor Paroki di unit-unit sekolah yayasan di Bali.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi kekuatan penting dalam proses refleksi dan perumusan arah masa depan. Setiap peserta membawa pengalaman, pemikiran, serta perspektif yang berbeda, sehingga dialog yang terbangun diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan dan tantangan yayasan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan closing statement yang disampaikan oleh Sekretaris BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar, Bapak Michael Donny Pradana Subarjo, S.Pd., M.Pd., serta momen pisah kenal Badan Yayasan sebagai bagian dari dinamika dan keberlanjutan pelayanan di lingkungan Yayasan Insan Mandiri Denpasar.
Sarasehan Pendidikan HUT ke-68 Yayasan Insan Mandiri Denpasar diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh elemen yayasan. Semangat kebersamaan, dialog, refleksi, dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Setelah 68 tahun berkarya, Yayasan Insan Mandiri Denpasar tidak hanya diajak untuk melihat sejauh mana perjalanan telah ditempuh, tetapi juga berani melihat ke depan dan menjawab pertanyaan penting: ke mana arah pendidikan Yayasan Insan Mandiri Denpasar selanjutnya?
Melalui Sarasehan Pendidikan ini, berbagai gagasan dan perspektif mulai dihimpun sebagai bagian dari proses membangun arah baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi pelayanan selama puluhan tahun.
Momentum HUT ke-68 menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat sinergi, kebersamaan, dan komitmen terhadap pelayanan pendidikan, Yayasan Insan Mandiri Denpasar terus berupaya menjadi lembaga pendidikan yang relevan, unggul, dan berkarakter, serta memberikan kontribusi nyata bagi masa depan generasi muda di Bali, Lombok, dan Sumbawa.
Dari 68 tahun perjalanan, bersama menavigasi arah pendidikan menuju masa depan yang semakin gemilang.



